Berita Teknologi Dan Politik

teknogan

teknoganBerita yang tidak kalah viral adalah mengenai berita pemboikotan Traveloka. Asal mula keramaian tersebut dipicu atas aksi walk out Ananda Sukarlan yang sedang menghadiri acara yang turut menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tiba-tiba saja pianis dunia asal Indonesia tersebut walk out saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sedang berpidato. Namun yang membuat heboh netizen adalah ketika aksi walk out tersebut justru disambut oleh Derianto Kusuma yang merupakan pendiri Traveloka. Tersebar di dunia maya foto Derianto Kusuma yang sedang menyalami Ananda Sukarlan yang melakukan aksi walk out. Sontak hal tersebut membuat banyak netizen geram. Akan tetapi sebagian netizen berpendapat bahwa foto tersebut merupakan foto rekayasa atau hoax yang tidak terbukti kebenarannya. Untuk membaca informasi lebih jelasnya Anda dapat membacanya di berita teknologi.

Berita Teknologi Populer

sekarang ini netizen ramai-ramai membuat pagar #boikottraveloka namun ada juga yang membuat tagar saya tidak ikut gerakan #boikottraveloka dan tidak ikut gerakan #uninstalltraveloka karena menolak dibodohi hoax. Netizen tentunya mempunyai pendapat yang berbeda-beda ada yang pro dan ada juga yang kontra. Anda juga dapat memilih pendapat Anda sendiri sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Sementara itu dilansir dari berita teknologi, pihak Traveloka sudah memberi klarifikasi yang intinya pihak Traveloka tidak menghadiri acara tersebut pada waktu kejadian walk out oleh Ananda Sukarlan. Sementara itu Derianto Kusuma yang merupakan pendiri Traveloka sendiri sedang berada di luar Jakarta pada saat kejadian tersebut.

Selain berita mengenai pemboikotan Traveloka, Anda juga dapat memperoleh informasi di berita teknologi mengenai sumpah serapah Buni Yani saat persidangannya pada tanggal 14 November 2017 lalu. Buni Yani disebut melakukan sumpah serapah bahwa dirinya tidak bersalah. Sebagian netizen menganggap bahwa Buni Yani melakukan hal tersebut untuk menutupi kesalahannya. Padahal dalam Islam sendiri, Buni Yani di persidangan tersebut sedang melakukan sumpah yang dapat disebut sebagai mubahalah, yaitu orang yang melakukan sumpah tersebut apabila dia bersalah, maka akan segera menerima akibatnya. Namun apabila Buni Yani terbukti benar, maka semua pihak yang terkait dengan yang menghukum Buni Yani akan segera mendapatkan balasannya dari Tuhan.

Related posts: