Tengok Bulan-Bulan Di Tanggalan Jawa

kalender jawapengetahuan sangat luas, tidak hanya dari segi iptek tetapi juga dari segi tanggalan Jawa. Belajar mengenai kalender Jawa tidak kalah menarik untuk diulas. Dalam kalender Jawa terdapat 12 bulan sebagaimana bulan yang berapa di tahun hijriah dan bulan dalam Islam. Bulan dalam kalender Jawa diantaranya bulan suro, bulan safar, rabi’ul awal, rabi’ul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, ruwah, puasa, Syawal, selo, dan besar. Beberapa bulan tersebut merupakan bulan yang berada di kalender Jawa. Ada beberapa bulan yang diyakini memiliki mitos-mitos tersendiri yang mana hingga saat ini sampai masih diyakini oleh sebagian orang.

Mengenal Bulan-Bulan Di Tanggalan Jawa

Bulan-bulan yang ada di Jawa memiliki tanggal tersendiri yang mana berbeda-beda dengan bulan-bulan yang lain, ada yang 29 dan ada yang 30 hari. Berbeda dengan jumlah hari pada kalender hijriah yang berjumlah 29, 30 dan 31. Uniknya bulan-bulan yang ada di tanggalan Jawa memiliki arti yang berbeda-beda. Seperti suro yang artinya rijal, Sapar berarti Wiwit dan sebagainya. Keunikan itulah yang membuat Jawa memiliki adat dan kebudayaan yang kokoh dan tidak luntur oleh berkembangnya zaman. Bagi orang-orang sekarang yang tidak begitu paham mengenai penanggalan Jawa, tentunya tidak begitu paham dan hafal mengenai nama-nama bulan dan nama-nama pasaran yang sering digunakan untuk patokan hari dalam mengadakan suatu kegiatan. Selain pengajian ibu-ibu, arisan pun dapat menggunakan penanggalan tersebut.

Dikarenakan pasaran tersebut tidak begitu familiar karena sering menggunakan kalender hijriah, tentunya Anda memerlukan kalender yang memiliki tanggalan Jawa. Akan tetapi, keterbatasan kalender hijriah yang hanya ada di kalender yang ditempel di dinding menghambat Anda untuk mengetahui urutan tanggal serta pasaran. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena sekarang ini ada aplikasi kalender dengan mudah diunduh. Sehingga Anda dapat melihat kalender tersebut di smartphone Anda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda dan selamat mencoba mengunduh aplikasi tersebut.

Perhitungan Nasib Dalam Tanggalan Jawa, Mitoskah?

kalender jawaMasyarakat Jawa pada umumnya selalu identik bersentuhan dengan mitos, klenik, mistis, weton, penanggalan Tanggalan Jawa, primbon, dan pakem. Ini sudah menjadi pembawaan dari jaman masa kerajaan kuno dengan melegendanya kisah-kisah tokoh supranatural seperti Nyi Roro Kidul, atau Nyi Blorong. Juga banyak kisah legenda lain yang tidak kalah fenomenal yang sudah diceritakan dari jaman ke jaman hingga sekarang. Juga adat-adatnya yang kebanyakan sakral dan harus menuruti pakem. Ancaman sangsi berat akan terjadi bagi masyarakatnya apabila tidak mengikuti ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam adat asal tanah Jawa ini. Tidak tanggung-tanggung bahkan sampai pada nyawa hukumannya. Kepercayaan yang telah dipegang teguh itu sudah mengakar dan tidak bisa ditolak keberadaannya. Dan Masyarakat menerimanya sebagai simbol pengabdian dan ketaatan.

Mitos Yang Di Emban Tanggalan Jawa

Ada yang bilang sistem penanggalan yang dibawa dalam Tanggalan Jawa merupakan hal yang mitos yang sulit dipercaya kebenarannya. Sistem perhitungan dalam penanggalan Jawa yang dikaitkan dengan weton dan kejawen sudah menjadi isu mistis di kalangan masyarakat. Kitabnya yang juga berisi dapat membaca sifat seseorang dari bulan lahirnya, dipercaya juga dapat menghitung waktu yang tepat kapan warga masyarakat dapat melangsungkan hari besar mereka. Sedangkan di lain sisi, ilmu penanggalan Jawa ditengarai menggunakan sistem perputaran matahari dan waktu matahari terbit dan terbenam. Itulah mengapa penanggalan Jawa dahulu juga dipakai dalam bidang pertanian untuk menentukan masa tanam, masa panen, bahkan juga untuk menentukan jenis cocok tanam bertani yang sesuai dengan waktu-waktu tertentu.

Hanya saja anehnya, di jaman modern ini, penanggalan di dalam Tanggalan Jawa justru lebih dikaitkan dengan hal-hal klenik yang hanya dimengerti oleh kaum-kaum tertentu. Pembawaan kekuatan magis yang diyakini ada dalam sistem penanggalan Jawa sangat dipercaya orang-orang jaman sekarang untuk meramal nasib. Itulah mengapa banyak orang-orang sekarang yang datang ke orang-orang tua yang diyakini memiliki ilmu perhitungan penanggalan Jawa untuk berkonsultasi. Terlepas dari apakah itu mitos atau tidak, penanggalan Jawa sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa yang perlu dilestarikan keberadaannya.

Norma Berdasarkan Tanggalan Jawa, Seperti Apa?

kalender jawaSetiap masyarakat pasti memiliki norma tertentu. Nah apa sih norma itu? Norma merupakan sejenis aturan yang berlaku di masyarakat dimana manfaatnya adalah untuk mengikat masyarakat agar tercipta keteraturan sosial. Dan memang biasanya norma ini dibuat berdasarkan adat istiadat dari daerah tertentu. Termasuk salah satnya dibuat berdasarkan sebuah tanggalan yang disebut tanggalan Jawa. Tanggalan atau yang biasa kita sebut sebagai kalender ini merupakan sebuah penanggalan. Sedangkan Jawa ya berarti berasal dari orang Jawa atau adat istiadat orang Jawa. Jadi faktanya tanggalan atau kalender Jawa ini merupakan sebuah tanggalan atau kalender yang berdasarkan adat istiadat orang Jawa. Seperti apa norma yang tercipta berdasarkan penanggalan Jawa ini?

Norma Berdasarkan Tanggalan Jawa

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa memang yang namanya norma itu didasarkan atas adat istiadat dari suatu daerah tertentu. Seperti halnya norma yang mungkin membelenggu kehidupan Anda sekarang. Jika memang Anda termasuk orang Jawa maka sudah tidak heran bukan mengenai norma atau aturan-aturan Jawa yang dimana norma atau aturan Jawa pastilah didasarkan atas tanggalan Jawa. Kuatnya pengaruh tanggalan atau kalender Jawa atas norma yang ada di masyarakat Jawa ini memang tidak terlepas dari para sesepuh Jawa yang memang sampai saat ini pun masih sangat percaya atas perhitungan hari versi Jawa.

Jika orang-orang modern ini sekarang menganggap semua hari itu baik berdasarkan kalender nasional. Ini akan jauh berbeda dengan analisa dari orang Jawa yang hari baik itu biasanya adalah hari yang apabila di hitung berdasarkan tanggalan atau kalender Jawa itu menemukan hasil yang cocok dan pas. Seperti halnya bulan Suro atau awal bulan di tanggalan atau kalender Jawa ini sangat tidak disarankan untuk melakukan suatu acara. Entah itu acara pernikahan ataupun khitanan. Selanjutnya bulan baik menurut tanggalan atau kalender Jawa yang sangat cocok untuk menyelenggarakan acara pernikahan atau khitanan adalah bulan Syawwal ataupun bulan Besar yang biasa disebut Dzulhijjah dalam kalender Islam. Itu merupakan sekelumit contoh dari berbagai norma yang berdasarkan tanggalan atau kalender Jawa. Nah bagi Anda yang termasuknya orang Jawa tidak ada salahnya smartphone Anda ada aplikasi tanggalan Jawa.